Demam kata "KOWAWA"



Fenomena KOWAWA (INVESTIGASI)
Akhir-akhir ini gak tahu kenapa “Fenomena KOWAWA” di dunia maya semakin marak dan merajalela. Baca di twitter, pagi-pagi pun banyak yang bilang “KOWAWA”. Semakin penasaran saja saya akan apa arti dari kata “KOWAWA”. Mencari jawaban dari pertanyaan itu, saya pun bertanya kepada tweeps. Tapi jawaban yang saya terima pun simpang siur tidak jelas. Ada yang menjawab kalo itu berarti “Semangat” dengan ditambahi emoticon \(^o^)/. Apa coba hubungannya antara Semangat sama kata-kata KOWAWA? Emangnya sekarang ada temuan bahasa baru ya?
KOWAWA= Semangat
                Ada pula yang menjawab kalau itu adalah Koala CihuWAhuWA. Jawaban yang makin aneh lagi yang saya dapatkan. Setahu saya cihuwahuwa adalah jenis ras anjing, kenapa dipasangin sama koala? Emangnya Koala mau sama anjing? Ato itu adalah jenis spesies hewan baru karena ada perselingkuhan antara koala dan anjing cihuwahuwa?
                Tidak mau kalah saya pun mengira-ngira apakah arti dari KOWAWA itu sendiri. Karena setiap orang biasanya nge-tweet “Selamat Pagi, semoga hari ini membawa berkah, KOWAWA”. Maka saya menyimpulkan bahwa KOWAWA mungkin saudara dari KO ASYONG ataupun KO DEMO, atau bahkan masih memiliki hubungan darah dengan KONGGHUAN. Karena dilihat dari struktur kata yang dipakai oleh para pengguna twitter.
Fenomena aneh ini terjadi beberapa hari ini, dan semakin lama semakin marak di dunia maya. Padahal mereka tidak tahu pasti arti dari kata yang mereka pakai selama ini. Tetapi tidak lama berselang muncul lah kata tandingan yang lebih fenomenal, tajam dan terpercaya serta lebih memliki arti. Kata itu ada KOWAKOWO. Kata ini dalam bahasa Indonesia berarti Plonga-Plongo atau  bisa disebut Ngowa-ngowo atau kalau mau lebih ekstrem ndeso Ndlangap-Ndlongop. Lebih memiliki arti dan masih ada kepanjangan dari kata itu. Yaitu KOWAKOWO KOYOKKOWE. Pengunaan kata yang lebih kompleks, elegan serta menakjubkan.
“Maka gunakanlah kata KOWAKOWO sebagai kata ganti KOWAWA yang sudah ada”
Hahaha, itu hanya lah komedi yang gak perlu ditanggapi lah ya. Tetapi apapun katanya gunakanlah kata yang baik dan benar. Yah, minimal anda tahu arti kata yang sedang digunakan lah. Sudah jelas kan mana yang berarti jelas dan mana yang tidak.
“Maka gunakanlah kata KOWAKOWO sebagai kata ganti KOWAWA yang sudah ada”
Hah, jadi promosi lagi kan. Ya sudah lah kita akhiri saja investigasi hari ini. Terima kasih untuk para pembaca. KACAAAAUUUU.

Silsilah Wong Kito Part 4



Part 4
Bagian ini akan mengupas habis tentang seorang Ichang sang bungsu dan Bambung seorang bonekmania. Tanpa basa-basi lagi kita bahas satu persatu mereka. Kita mulai dari si bungsu Ichang dulu. Karena cerita ini cukup menarik untuk kita bahas secara mendalam, dan kita kupas secara kasar dan secadas “SIKAT INVESTIGASI” (*sreeekk sreeekk).
Ichang, terlahir dengan nama Aprilia Eka Wulandari. Saya masih meraba-raba dari mana bisa muncul nama Ichang. Padahal kalau kita baca secara seksama kita tidak akan menemukan nama “Ichang” didalamnya. Misal kalo di panggil April-Lia Eka Wulan-Dari masih bisa kita terima, tapi kenapa oh kenapa dia dipanggil “Ichang”, kita belum tahu pasti penyebab itu semua. Apakah nama itu berasal dari nama Sang Ibunda Tercinta?. Hah “okeh” “ya sudah” kita tinggalkan saja cerita tenta namanya. Saya tidak akan menceritakan masa kecilnya bagaimana atau pekerjaannya apa, tapi saya akan membahas tentang bagaimana hubungan kisah kasih “Ichang” dengan pasangannya.
Pertemuan itu saat dia masih duduk di bangku sekolah. Tiba-tiba saja ada orang yang menegurnya;
“Mbak mbak, duduk sih duduk mbak. Tapi ya gak gitu-gitu juga kali mbak, kan ini kelasnya mau dipake buat belajar anak-anak kelas 5 SD mbak”, gak pernah makan bangku sekolah ya mbak? terdengar suara pria dari luar kelas.
“Pernah kok mas” balas Ichang dari dalam kelas.
“Ooooohhh, pantes badan segede gini, abis berapa bangku mbak di sekolahnya dulu?” kata pria tersebut.
Ichang langsung beranjak keluar dari kelas. #Kemudianhening
Dan pada saat itu dia langsung update twitter dengan mengganti namanya dengan @ichangyangkurus karena dia berjanji akan menurunkan berat badannya. Seperti itulah kisah kenapa dia memakai nama @ichangyangkurus pada akun twitternya. Jadi gak usah kaget, gak pake bingung. Mungkin sampai saat ini dia masih berusaha menggapai mimpi terbesarnya yaitu “KURUS”.
Oh iya saya lupa kalau saya masih belum menjelaskan bahwasannya Ichang telah menduduki bangku perkuliahan saudara sebangsa dan setanah liat. Jadi dia sebenarnya di sekolah itu menunggu seorang guru bernama “Dewa” (*Backsoundnya pake drum “ta dessss”). Dia adalah seorang guru matematika murid kelas 5 SD Suka Bubar. Awal pertemuan yang memalukan pertemuan dengan Dewa karena tak disangka tak dinyana ternyata yang menegur dia waktu itu adalah Dewa. Tetapi akibat pertemuan yang memalukan itu mereka semakin dekat dan menjalin hubungan yang semakin intim. Tetapi saat pedekate nih yee, Dewa saat diajak pergi selalu nolak ajakan Ichang entah kenapa. Sampai akhirnya ada pertengkaran kecil akibat itu semua. Waktu itu saat hujan rintik-rintik, Ichang mengajak Dewa pergi. Padahal Ichang sudah sampai depan rumahnya, tetapi tetap saja Dewa menolak. Kemudian Ichang ngambek dan beranjak pergi, tapi saat itu hujan pun semakin deras.
Kemudian Dewa keluar rumah dan mengejar Ichang;
Dewa    : Ichaaaaaaaaaannnggg, jangan pergiiiii !!!
Ichang   : Kenapa?
                   Kita nge-teh gak pernah, ngopi gak pernah?
                   Apa sih susahnya nongkrong?
Dewa     : Aku jualan pulsaaaaaaa !!! (*Jeduuueeerrr, suara petir membahana)
(Kartu NAAS, membuat komunikasi anda semakin tidak lancar)
(Kartu NAAS dari Tarkamsel)
                Sejak saat itu, Ichang mulai mengerti kenapa Dewa menolak ajakannya pergi. Tetapi, alasan itu tak membuat hati Ichang luluh karena Dewa tidak menjelaskan alasan itu dahulu kala. Hubungan mereka merenggang dari waktu ke waktu. Dan semakin renggang. Dewa pun kebingungan harus gimana. Mau dibawa kemana hubungan ini? Padahal dia sudah terlanjur cinta dengan Ichang.
                Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dukun. Ada pepatah “Cinta Ditolak Burung Bertindak”. Yah mungkin itulah pepatah yang salah ya kawan-kawan. Gak boleh ngeres loh abis baca pepatah yang salah itu, yang bener itu “Cinta Ditolak Dukun Bertindak”. Tak berselang lama Dewa pun sudah sampai di kediaman Dukun Beranak untuk meminta penjelasan tentang semua ini. Karena dia sudah telat beberapa hari dari tanggal yang disesuaikan. Penjelasan tentang dimanakah dukun paling sakti untuk menyelesaikan masalah hati yang lagi gundah gulana maksudnya kawan-kawan, karena Dewa sudah terlalu lama mencari dukun itu. Akhirnya ditunjukkan lah dukun yang paling sakti oleh dukun beranak tersebut. Berangkatlah Dewa menemui Dukun paling sakti tersebut. Namanya Mbah Suro, lengkapnya adalah Roy Suro pakar telekimia, telefisika, telebiologi dan tele-tele lainnya termasuk pula bertele-tele. Dewa pun menceritakan keluh kesah yang ada dalam pikirannya. Hubungannya yang mulai merenggang dengan Ichang.
Mbah Suro          : Kamu kesini mau menggandakan pulsa?
Dewa                 : Iya mbah, biar penjualan pulsa saya meningkat dan saya mendapatkan hati orang  terkasih    saya lagi mbah.
Mbah Suro         : Baikalah saya akan mengambulkan permintaanmu
                                Awes ewes ewes hasewesewesewe afefufufuaaaa (*baca mantra)
                                Buuuuuuhhhh (Mbah Suro menyemprotkan air tepat di muka Dewa)
                                Sekarang tirukan gerakan mbah, Cepaaatt.
Dengan masih kebingungan Dewa pun menuruti apa yang diperintahkan mbah
Mbah kemudian mengangangkangkan kakinya sambil bilang “riliiiii senyuuuummm, riliiii senyuuumm, hap hap hap (*sambil pake leging macan ala @rachmanitayu)
Belum sempat menirukan gerakan tersebut tiba-tiba datanglah sesosok ibu setengah baya mengingatkan  “Kalo mau hemat pulsa? Bukan begitu caranya. Pake kartu NARSIS, gratis 10.000 menit telepon ke semua operator. Penjualan pulsamu pun akan bertambah”.
“NARSIS Kartu Keluarga Kita Bersama”
Semenjak kejadian itu dia menuruti ibu setengah baya itu, dan akhirnya Ichang pun luluh juga hatinya. Tak berselang lama pernikahan pun dilangsungkan dengan meriah, hingga mereka dikaruniai seorang anak. Mereka menamakannya Abdur Razak. Biasa dipanggil Ucok atau Coki di lingkungannya bermain.
Okeh, korban selanjutnya dalam cerita ini adalah seorang Bonekmania yang biasa kita panggil Bambung/Maul/Top Bro. Dia sebenarnya memiliki nama yang cukup bagus “Rizki Maulana” tetapi kelakuannya tak sebagus nama yang disandangnya. Dia tawuran waktu SMA, emosional, tetapi ada sisi baik sebenarnya dalam dirinya yaitu dia setia kawan dan dia adalah tipe cowok yang romantis. Saya akan menceritakan kisah romantis yang dia jalin bersama pasangannya yang biasa dia panggil dengan sebutan “BI”, masih banyak pertanyaan kita ketika mendengar kata-kata itu yang mungkin membuat kita meraba-raba artinya. Apakah ba”BI”? ataukah “BI”bir? Atau malah BI BI yang lain? Yang jelas mereka bahagia sampai waktunya tiba.
Awal perkenalan mereka begitu menarik untuk diceritakan. Berawal dari Facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Seorang wanita cantik bernama Winni Sharfina terlihat cantik dengan Profil Picture yang membuat gelora cinta membara.



Seorang siswa pertukaran pelajar ke Amrik ini memiliki sangat bisa memikat seorang Bambung jatuh hati dengan keseksian bibir yang seakan merekah, dan tebal seperti Angelina Jolie. Pikiran Bambung pun melayang, mengkhayal dia menjadi Brad Pit Indonesia. Betapa bahagianya dia bisa berkenalan dengan wanita secantik (*ini hanya Bambung yang bilang) dan sepintar Winni.



Tetapi dia berkahayal terlalu jauh sepertinya jika membayangkan sosok Winni yang putih dengan rambut coklatnya. Saat awal pertemuannya sungguh mengejutkan Bambung, dia shock setengah mati ketika wanita idamannya ternyata jauh dari ekspektasi awalnya.



Yah, ini lah penampakan Winni yang sebenarnya. Yang memakai kacamata gelap itu, bukan yang putih loh tapi yang memiliki kulit yang hampir mirip dengan warna kacamata yang dia pakai. Ya, itu yang kiri bukan yang kanan loh ya. Kalian juga jangan salah persepsi juga loh para pembaca. Tetapi memang ada kemiripan yang sangat menonjol dengan Angelina Jolie. Yaitu dia memiliki bibir yang cukup sexy (*menurut dia) makanya dia memasang Profil Picture pada Facebooknya dengan foto Angelina Jolie.
                Meskipun begitu Bambung tetap mensyukuri dapat mengenal seorang wanita bernama Winni Sharfina. Itu juga salah satu sisi baik yang dimiliki oleh Bambung yaitu pasrah dan mensyukuri apa yang telah diberi sama yang diatas. Setelah sekian lama menjalani hubungan pedekate, mereka pun menjadi sepasang kekasih. Sebulan, dua bulan mereka jalani dengan bahagia seperti layaknya Angelina Sondakh dengan Brad Pitt. Hubungan mereka ibarat kentut sampai boker. Awal jadian Bambung masih malu-malu untuk kentut di depan Winni. Tetapi setelah 2 bulan menjalin hubungan Bambung tak sungkan-sungkan untuk kentut di depan Winni meskipun sedikit bau. Berselang satu bulan dia tak sungkan membangunkan Winni saat tidur dengan kentutnya. Memang dia yang tak tahu malu atau memang hubungan mereka yang semakin intim, tapi inilah kenyataan yang ada. Kemudian beberapa bulan kemudian, Bambung masih malu-malu bilang kalo lagi pengen boker. Yah biasa lah, kan masih baru. Tapi saat sudah menjalani hubungan sekitar 8 bulan, dia tak sungkan-sungkan bilang kalo dia pengen boker. Bahkan dia tak sungkan untuk boker di rumah Winni. Dan parahnya lagi, dia Winni dengan sabarnya ketika Bambung lagi kecirit di celana, dia yang membersihkanny sambil bercanda dengan Bambung. Dia membersihkannya kemudian sedikit di bau, serta di colek lah ke pipi Bambung (*lek biasane kue tar sing gawe colek-colekan tapi mereka bedaaaa). Saya sekarang mikir, 8 bulan aja begitu. Apalagi kalo mereka sudah nikah ya? Boker bisa barengan mungkin ya? 1 Lubang buat berdua (*Waaaaw).
 Mereka sering upload foto berdua bersama;
Ingatkah kalian dengan foto ini?



Dan foto ini?



Saat kalian masih saling bersama dan bahagia. (*Buat demo gak usah ngakak mo, iki aku lagi mengenang masa lalu mereka, flashback ceritane iki)
Tetapi selang dua tahun mereka menjalin hubungan, ada pertengkaran-pertengkaran yang membuat hubungan mereka sedikit renggang. Ini akibat sisi buruk Bambung yang sedikit emosional dan kurang bisa menepati janji. Dia pun curhat dengan teman-temannya jika hubungan hubungannya sedikit merenggang.
Bambung    : Yaopo to bro? Mosok awak dewe diatur-atur karo bojoku bro (*sambil megang rokok, dengan kedua tangan kedepan)
NN               : Yowes biasa ae jeh?
Bambung       : Gak iso ngunu, awak dewe’ iki loh?
                Setelah masalah ini berlarut-larut, hubungan mereka pun kandas. Dan Bambung pun menyesal dengan sifatnya yang seperti itu. Dia memohon kepada Winni untuk menerimanya kembali. Tetapi hal itu tak membuatnya luluh. Winni ingin Bambung berubah, Winni ingin mencari pasangan yang bisa menuntunnya ke jalan yang benar.
                Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian Bambung menemui Winni lagi. Saat itu, sedikit gerimis, tepatnya di depan kosan Winni.
                Winni           : Apalagi sih Mbul yang pengen kamu jelasin sama aku?
                Bambung      : Aku pengen kamu balik sama aku lagi Bi. Aku kepikiran kamu terus.
              Winni             : Kamu tuh gitu mbul,masih sama. Kamu masih gak bisa berubah. Aku pengen kamu jadi pasangan yang bisa nuntun aku mbul. Aku pengen (*sambil sedikit menangis)
                Bambung     : Mungkin aku bukan pria yang sempurna menurutmu Bi. Dan mungkin aku banyak kekurangan dan bukan pacar yang baik. Tapi jika kamu mencari Imam yang baik, aku akan belajar dan berusaha.
                Winni                    : (*Meneteskan air mata dan menganggukkan kepala)
Setelah percakapan itu, entah hubungan mereka masih berjalan ataupun bagaimana. Tapi kita semua Wong Kito 2008 akan mendoakan yang terbaik buat kalian.
                Setelah beberapa tahun saya kehilangan berita tentang mereka, tiba-tiba ada kabar bahwa mereka telah memilik 3 orang anak yang bernama Aji dan kembaran yang hilang serta yang terakhir adalah Kiki.

Silsilah Wong Kito 2008 Part 3



Part 3

Hah, akhirnya part 3 juga, bagian yang sangat ditunggu-tunggu oleh pembaca setia silsilah wong kito 2008. Saatnya kita membahas orang-orang paling fenomenal yang ada di wong kito 2008. Karena banyaknya masukan kalau part 2 kurang cadas maka saya akan memenuhi permintaan kawan-kawan untuk lebih beringas dalam mengupas cerita serta akan lebih mendalam sedalam kali brantas.
Okeh tanpa basa-basi lagi saya akan segera menceritakan apa yang saya dapatkan setelah menelusuri silsilah wong kito 2008 yaitu sejarah empat bersaudara keturunan dari Mbah Soni a.k.a Muklis yaitu Arif, Fariz, Bambung (Top Bro), dan Ichang. Kita mulai saja dari Arif,yang nama lengkapnya adalah Machyaruddin Muhizar Arief a.k.a Ipin. Kita masih belum tahu pasti kenapa dia dipanggil Ipin karena mukanya pun gak mirip sama sekali dengan kartun MALAYSIA Upin Ipin itu (Ganyaaaanngg Malingsia *Arrrgghhh, sambil bawa laser). Dia sejak kecil telah menyukai hal-hal yang berbau dengan IT serta dia adalah anak kesayangan dari bapaknya (Sorry kawan,penulis gak bahas tentang ibu,soalnya bapak kalian juga gak tahu siapa yang melahirkanmu nak,kalian datang secara tiba-tiba *Jleb). Singkat kata Ipin telah beranjak dewasa dan menjadi seorang pria yang sedikit agak cabul (Karena dia sering sekali mendownload Film biru *eeehhh). Dan dia pun sering berimajinasi kotor saat ada 2 pasangan (hewan) yang sedang bercumbu mesra (Peace mameenn). Tetap meskipun memiliki kelainan yang agak melenceng dari orang sebayanya tetapi dia adalah anak kesayangan papanya (papa jare, wajah karo panggilan gak cocok blas lek ndelok bapake sopo). Singkat kata dia dikuliahkan di luar negeri oleh papa sony, karena hobinya dalam mengutak-atik komputer. Dia di sekolahkan di BSI, “sekolah luar negeri”. Alasan dia di sekolahkan di situ adalah karena papa sony suka sekali dengan jargon yang dimiliki universitas ini, yaitu “Kuliah, BSI ajah”. Sampai-sampai Obama saja mempromosikan universitas ini, sangking famousnya gak tuh.
Setelah menempuh pendidikan yang mumpuni, dia pun mencoba membuka usaha. Yaitu buka toko barang-barang elektronik. Dia setiap malam dari toko ke toko yang lain, membuka toko “milik Orang lain” untuk menghidupi dirinya. Alhasil, tidak beberapa lama, usaha itupun harus berhenti karena dia takluk.  Dia gak tahan dan takluk dikarenakan si ipin tersepona oleh kecantikan pemilik toko sehingga dia bertekuk lutut di hadapan sang pemilik toko (kayak gaya anjingnya coki lah pas bertekuk lutut *hah hah hah). Kebanyang gak tuh, maling bertekuk lutut sama pemilik toko yang cantik jelita. Yah meskipun sebenarnya ada adegan-adegan yang terjadi saat itu, tetapi saya skip aja. Tahu sendiri kan, si ipin memiliki kelainan, sehingga tidak baik untuk dibaca oleh anak yang dibawah umur (seperti: ivana, ayu, dkk).
Kalian tahu siapa yang membuat si ipin bertekuk lutut?
Kita bahas ciri-ciri dari sang wanita ini. Dia memiliki mata agak sipit, berkerudung, dan yang paling penting adalah dia memiliki lapangan terbang sendiri “di dahinya, dikarenakan dahinya begituuuuuuu lebar” (ini tulisan kecil berarti bisik-bisik loh ya).
Yah, para pembacaaaaa, kita sambuuuuuutttt....
Sang wanita yang kita tunggu-tunggu dan sangat digandrungi oleh ipin....
Yuuuuuuuussssssiiiiiiiiiiiii(*sorak sorai penonton pun membahana di dunia maya)
Yah, wanita inilah yang membuat ipin tidak lagi di cap sebagai pria berkelainan dan mereka pun menikah setelah kejadian yang sudah saya skip tadi (Ya Allah, sinetron banget lah pokoke). Mereka pun juga dikaruniai 1 putra dan 1 putri yang yah, gak jauh dari orang tuanya lah yeee. Dia adalah eka si pan pan dan pepi a.k.a revifia audi. Keren banget lah nama-nama mereka. Mereka adalah keluarga yang normal, tidak ada kelainan apapun. Meskipun masa lalu dari ayah mereka begitu kelam, tetapi berakhr dengan bahagia. Amin.
Yuk neeekkk, kita beranjak ke cerita selanjutnya (*gaya ngondek, boleh lah yaw).
Kita beranjak ke Fariz Arijudin, anak kedua dari papa soni dan pasangannya. Sejak kecil, fariz adalah anak yang aktif dalam segala hal. Termasuk dalam aktif tata busana. Selain dalam dunia tata busana dia termasuk murid yang suka menyanyi. Suaranya, hmmmm gak perlu diragukan lagi. Dalam setiap langkahnya dia selalu berdendang ala penyanyi dangdut kawakan “Jaja Miharja”. Keren banget gak tuh, anak jaman sekarang masih mengidolakan artis yang telah melalang buana dengan jargonnya “Apaan tuh” (sambil meremin salah satu mata dan nunjuk kamera). Setelah beranjak dewasa, dia pun ingin menggapai cita-citanya menjadi seorang idola masa kini (tapi wajahnya masa gituuuu?*sorry bro g maksud ngejek cuma menyampaikan kebenaran). Dia pun pergi merantau ke Lumajang. Yah di kota yang perkembangannya menganut sekte ruralisme ini lah awal dari karir besar sang Fariz. Lumajang memang sebuah kota Metropolitan yang mengangkang namanya (Eh salah mengangkat maksudnya). Dia mengikuti berbagai lomba karaoke dari rumah ke rumah kemudian RT ke RT lain (tapi tak delok2 perasaan iku jenenge duduk karaoke deh?koyoke lebih cocok disebut ngamen *aslole). Namanya juga pemula, pasti banyak cemooh dan cacian. Tetapi dia tetap bertahan menyanyikan lagu demi lagu. Dengan bermodal tampang pas-pasan dan suara sumbangnya dia naked mengikuti audisi Boy band Indonesia. Dengan tekad yang bulat, dia mengikuti audisi Boy Band (bayangkan rek Fariz joget-joget ala SM*SH koyok bencong, dengan baju V neck, kalung dan sarung tangan GJ *iuuuuu). Bayangkan, bayangkaaaaaaannn (sambil muter backsound ISQ, sambil ada suara nangis biar lebih dramatis). Dia mengusung tema gabungan antara 2 PM dan Super Junior (Suju) dia menyebut groupnya dengan “Keraputih”.


Dengan mengusung aliran dangdut komedi, namanya langsung melejit bak roket NASA (*Koyoke sih roket gak ono bak e deh, sing ono koyok e P*#^% deh *Ehhhh).
Dan inilah foto dia saat pembuatan video clip “Dikekang Oleh Mbakyu”


Menjadi artis membuatnya lupa dengan dunia kewanitaan. Dia hanya bergonta ganti pria (Ebuset). Tetapi dia sadar akan pesan Bapaknya yaitu Bapak Muklis, jika dia jangan sampai megulangi kesalahan yang telah dibuat oleh orang tuanya. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari pendamping hidup yang ia dambakan selama ini.
Saat itu, konser berlangsung meriah di RT 3 RW 25 Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Penonton riuh melihat penampilan “Keraputih” dengan single andalan “Dikekang oleh mbakyu”. Semua penduduk bernyanyi, dengan mengibarkan bendera Slank dan OI (Gak nyambung, pengibaran benderane, tapi yo iku kenyataane soale konser selanjut e Slank karo Iwan Fals). Saat itu ada sesosok wanita yang menjerit histeris melihat penampilan dari Fariz. Yah, dia adalah fans berat dari Fariz karena memang dia “berat” dalam segala hal. Dia bernama Desi Oktaviani. Dia bekerja sebagai penjaja pecel keliling di tempat konser (Ono-ono ae wong wong saiki, ndelok konser jingrak-jingkrak karo mangan pecel). Pertemuan itu adalah awal mula dari kisah nostalgia mereka. Awalnya biasa saja, tapi berakhir di pelaminan. Tetapi untuk menutupi dari media mereka menikah secara diam-diam agar semuanya tidak terbongkar oleh pers. Pernikahan itu dilakukan di Bojong Kenyot gang 5, Rumah Bapak Sodiq. Dia selaku manager dari Fariz.
Tetapi sepandai-pandai Fariz melompat akhirnya ketahuan juga oleh para tim pencari fakta dari silsilah Wong Kito 2008. Karena saya telah mendapatkan bukti otentik dari pernikahan mereka berdua.



Sangat Ruuuuaaarrr Binasa kan bukti yang saya temukan?
Begitulah perjalanan cinta Fariz dan Desi yang membuahkan anak bernama Joni alias Brian Biondy.

                                                                                                                                                Bersambung


Tunggu kelanjutan ceritanya.
Karena akan ada yang lebih heboh lagi dari cerita Wong Kito 2008. Saya akan memberikan clue pada pembaca apa cerita selanjutnya. Saya akan menceritakan



Si Pemilik bibir paliiiing sekseeehhh di PWK.
Cekidoooott.

Silsilah Wong Kito 2008 Part 2


PERINGATAN KERAS:
HARAP HATI TIDAK DIBAWA SERTA DI TARUH DI KULKAS SAAT MEMBACA CERITA INI KARENA CERITA INI ADALAH CERITA FIKTIF BELAKA YANG DITAMBAHI BUMBU KESERONOHAN, EROTIS, SERTA INTRIK POLITIK

Part 2
Baiklah, karena banyak yang mengelu-elukan bagaimanakah kelanjutan silsilah wong kito 2008 (JENG JENG JENG JENG *efek sound serem). Okeh uk mari kita lanjutin ke cerita selnjutnya.
Yang pertama adalah kita akan me-review kehidupan dari anak-anak yang telah dihasilkan dari hasil perbuatan kakek dan nenek moyang kita. Hanya sekedar mengingatkan saja bahwa putra dari hasil perbuatan Feru dan Ling-ling adalah Demo dan Frendika. Soni dan “Pasangan Misteriusnya” menghasilkan Arif, Desi, Bambung dan Ichang. Serta pasangan paling fenomenal, tajam dan terpercaya yaitu Dody “Si Penghulu” Vs Lina/Magdalena “Wanita Pesona Latin” menghasilkan Uchay, Ucup, dan Panji “3 Jejaka Tangguh”.
Yang pertama *membaca dengan nada lagu Opick (akibat sebentar lagi mau puasa)
Demo terlahir dengan nama lengkap Bambang Budi Utomo atau biasa dipanggil Koko Ahong memiliki ciri fisik yang sipit, eksentrik serta sering sekali cepirit (peace ya mo). Sangat digandrungi oleh wanita sebayanya maupun yang lebih tua (ihiiirrr...sapa ya...). Dia bekerja awalnya sebagai sales Flashdisk yang metodenya dari door to door. Jadi dia setiap ada pembeli selalu mengagetkannya dengan cara “doooorrr” (halah garing beud dah kayak ayam krispi). Setelah merintis karir selama beberapa tahun (wiiii...bahasa e berat, merintis karir jare) akhirnya dia bisa membuka toko sendiri. Dia membuka toko “UD. Mandiri Material” yang menjual segala macem susu kedelai dari berbagai rasa (nah loh? Nama sama yang dijual gak match gtu ya? ya namany cerita gak boleh ada yang protes). Yup, dia berpindah arah karena menjadi sales Flashdisk tidak menjanikan apa-apa untuk hidupnya. Tetapi dengan dia membuka Toko “UD. Mandiri Material” ini dia menemukan tulang rusuknya yang terpisah selama bertahun-tahun (Demo memang waktu kecil pernah jatuh dan tulang rusuknya patah entah kemana). Eh maksudnya belahan jiwanya kalo anak-anak zaman sekarang bilang “Soulmate”. Dia bertemu Kaye seorang wanita cantik jelita nan rupawan penjaja “susu kedelai” yang telah lama melanglang melintang buana di dunia persusuan (ojo ngeres, sikat kene kon, iki persusuan kedelai maksudte).
Awal pertemuan mereka ketika Kaye menawarkan produk “susu kedelai” miliknya ke toko. Dia menawarkan produk susu kedelainya kepada Demo;
Demo    : Ada perlu apa mbak?
Kaye      : Emmm...saya mau menawarkan susu
Demo    : Apa? (ekspresi kaget sambil kedip-kedip, nafas pun mulai kembik-kembik tanda gak kuku)
Kaye      : Iya kakak, saya akan menawarkaaaannn....(“sambil melakukan persiapan”)
 “Susu Kedelai Oyee”
  Susu Kedelai Dengan Berbagai Rasa
  Sehat, Kuat, Semangat Serta Bersahabat Untuk Kita Semua
  Susu Kedelai.....Oyeeee (sambil bicara dengan bahasa marketing)
Demo    : (Tuawawawawawaw), baiklah saya terima produk kamu masuk di toko saya.
Kaye      : Terima kasih kakak ^_^
Awal pertemuan pun begitu menggoda, selanjutnya terserah mereka.
Setelah pertemuan itu hubungan mereka begitu intens, dan semakin intim. Sehingga mereka pun memutuskan tali cinta kasih mereka untuk menjalin hubungan yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan serta perkawinan (ojo di walik moco e marai salah persepsi engkok). Setelah pernikahan, mereka dikaruniai anak yang lucu dan imut. Mereka bernama Amanda, Debora, Budi (loh, gak ono mirip-mirip e karo wong tuwo e), Sandi. Mereka adalah buah dari hubungan romantisme tanpa batas antara Demo dan Kaye. Siapapun akan iri melihat keromantisan yang dipertontonkan mereka.
                Hah, ternyata selesai juga kisah kasih Demo dan Kaye, sekarang kita bahas yang agak berat karena memang irang yang kita bahas kali ini adalah orang yang terbilang “Berat” dari segala sisi. Sisi kanan, kiri atas serta bawah (wiiii, sing bawah sing berat apane rek?)
Ya kita sambut, Frendika (dengan suara yang berat juga serta nada komentator tinju kelas wahid)
Frendika terlahir dengan nama yang begitu panjang I Dewa Made Frendika Septanaya yang biasa kita panggil dia Frend, Cong, Ciko dan masih banyak yang lainnya (nada Bang Rhoma Irama). Dia adalah keturunan etnik cina keturunan dari ibunya (Ling-ling) sehingga logat yang dia bawakan saat berbicara campur aduk ruwet gak karuan karena adanya perpaduan antara Cina, dan Indonesia. Dia adalah bad boy saat masih menginjak bangku sekolah karena dia adalah seorang playboy di sekolahnya. Dia sering bergantonta-ganti wanita setiap harinya. Seorang korban yang kami rahasiakan identiasnya pun sempat mengaku kepada tim pengkaji dan penulis jika dia pernah disakiti, ditindas, dikhianati serta di di di yang lain. Korban pun sambil menangis di pelukan penulis (loh?) mengaku jika Frendika sangat lihai dalam hal merangkai kata-kata sehingga membuat wanita “klepek-klepek”. Korban pun sampai mempraktekkan kepada penulis bagaimana lihainya mulut seorang Frendika saat awal pertemuan mereka berdua di sebuah warung kopi.
Frendika              : Mbak-mbak, maaf ya…
Korban                : Kenapa?
Frendika               : Minta tolong sebentar jangan bergerak, mbaknya ndek situ aja
Korban                : Emang knapa mas? (Bingung karena gak kenal sama Frendika)
Frendika             : Aku cuma perlu bukti, jadi saya foto sebentar pake Handphone saya ya.. (cklik!! sambil ambil foto pake HP)
Korban                 : (tambah bingung) Bukti buat apa ya???
Frendika           : Ndak, kemaren temenku bilang kalo gak ada tuh yang namanya “Cewek secantik  bidadari”. Dengan foto ini saya mau tunjukin kalo dia salah (sambil memasang tampang cool ala cheff Juna)
Korban                 : Oh ya?
Setelah melakukan rayuan seperti itu, sang korban langsung jatuh hati dan merasa berada di surga dunia. Kemudian tidak berjalan lama, Frendika akan meninggalkan sang korban. Sangat menyayat hati memang, tetapi kebiasaan ini terus dia lakukan sampai akhirnya dia bekerja. Frendika bekerja sebagai  penjual Es Jus. Tapi jangan salah, meskipun dia adalah penjual Es Jus tetapi dia bisa membuka cabang di lima negara di benua Afrika. Dia melihat peluang bisnis yang sangat  apik karena dia melihat suhu yang sangat ekstrim di benua Afrika sehingga dia sangat optimis untuk membuka usaha Es Jus disana. Dan memang benar animo masyarakat dengan Es Jus Frendika sangat digandrungi masyarakat Afrika dan sekitarnya, apalagi di saat siang hari. Pengunjung berbondong-bondong berdatangan. Dan memang rezeki gak bakalan kemana, dan jodoh pun gak akan lari kemana-mana juga karena dengan berjualan Es Jus, Frendika dipertemukan dengan belahan jiwanya seorang ibu-ibu pengajian. Saat itu, seorang wanita berjilbab nan anggun serta muslimah bernama Umi memesan segelas Es Jus di kedai Frendika.
Umi                    : Mas, pesen Jus Mengkudu pake susu,terus aku gak pengen ada bijinya ya mas. Sama nanti aku minta ada taburan coklat diatasnya yang bentuk hati, terus sisi kiri dan kanannya harus pas gambar hatinya. Gak pahit ya mas Es Jusnya (dengan nada serak-serak basah)
Frendika           : (Melihat pelanggan yang banyak maunya, langsung terkesima) Oh, iya mbak, tunggu ndek situ ae ya mbak (dengan logat campuran)
Umi                    : Iya mas
Tidak berselang lama, Es Jus Mengkudu yang dipesan pun datang, sambil mengantarkan pesanan dia sudah memikirkan jurus terjitu untuk mendapatkan hati sang pujaan  hati.
Frendika              : Ini mbak, pesanan Es Jusnya sudah jadi
Umi                        : Makasih ya mas
Frendika              : (Tidak mau membuang kesempatan dia pun segera beraksi)
                       Mmmmm...bapak kamu kebo ya? Karena saat pertama kali aku melihatmu, kamu telah  membajak hatiku (dengan memasang muka cool)
Umi                      : Plaakk...(Frendika pun ditampar oleh Umi)
                              Maksudnya sampeyan apa mas, bilang kalo bapak saya kebo.
Frendika            : (Frendika tertunduk lesu, karena baru pertama kali dia gagal dalam merayu seorang wanita)
Dengan panjang lebar Umi menjelaskan jika selama ini dia salah. Dia sering menyakiti hati wanita. Sampai akhirnya dia tersadar. Dan selama pertemuan itu, Frendika sering curhat dengan Umi begitu pula sebaliknya. Lambat laun, jalinan cinta pun terrajut dalam satu ikatan kasih. Dan beberapa tahun kemudian mereka pun memutuskan untuk membangun rumah tangga sakinah dan mawadah. Setlah beberapa tahun membina rumah tangga mereka pun di karuniai anak-anak yang lucu serta menggemaskan. Mereka adalah Ovi, Ajeng, Lia, Sani, Christin, dan yang terakhir adalah Vely. Mereka menyebut anak-anak mereka Geng Gebang.

Bersambung

Sekian cerita Part 2 kali ini. Jika ada kesalahan kata-kata mungkin kalian yang salah baca (loh). Saya minta maaf yang sebesar-besarnya (maafin ya) apalagi kan ini menjelang bulan Ramadhan harus saling memafkan. Okeh. Matur Thank U ^_^.

Silsilah Wong Kito 2008 Part 1


PART 1
Disini saya ceritakan silsilah keluarga besar WONG KITO 2008 yang ternyata setelah saya dan teman-teman tim pengkaji menemukan keterkaitan hubungan darah, batin, jiwa serta raga di dalam WONG KITO 2008.
Langsung saja kita simak...
cap cuuzz...yuuukkk neeekkk...
(Diharapkan pada yang punya hati segeralah disimpan di dalam kulkas karena cerita ini sarat intrik, kekerasan serta politik yang terjadi di WONG KITO 2008)
Pada suatu masa di daerah *sebut saja MADURA terlahirlah 3 orang bersaudara gagah berani nan rupawan. Mereka terlahir bernama Feru, Soni dan Dodi dan mereka menyebut dirinya GANG BENG...*ups salah...(ojo ngeres sek rek, sapu kene pikiranmu), GENG BLOK M maksudnya.
Yah kita lanjut dengan kisah cinta 3 bersaudara ini. Dalam dunia percinaan, *aduh2 salah maneh rek...padahal yo g ono cino2e blas ya arek 3 iki.hahaha...(peace rek). Mereka bertiga ini sukses dalam menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing yah meskipun Soni tidak teridentifikasi siapa pasangannya tetapi ujuk2 dah gendong anak saja dia. BAHAYA...*geleng2 kepala...
Kita mulai yang pertama...
Feru, nama lengkapnya Feru Sukaryono. Dia menikah pada usia dini di hari Rabu Wage 9 Dzulhijah. Awal mula pertemuan dengan pasangannya adalah saat dia mulai merantau ke negeri Cina. Untuk apa Feru pergi ke negeri Cina? Yah dia merantau ke negeri Cina untuk mengembangkan usaha keluarga yaitu “jual bakpao Cikyen”. Wiiiikk SUAANGAARR...

Pertemuan mereka sungguh romantis, saat (*sebut saja ling-ling) membeli bakpao Cikyen racikan tangan Feru. Saat membeli bakpao cikyen tersebut ternyata bakpao yang akan di terima oleh ling ling terjatuh. Akhirnya mereka sama sama mengambil bakpao yang terjatuh tersebut. Mata dan mata saling bertemu. Tangan tangan pun tak sengaja berpegangan. Dan akhirnya hati mereka jatuh dalam pangkuan (*koyok sinetron2 cino ngunu loh..rodo romantis sitik n lebay2 sitik).Setelah pertemuan tersebut terjalinlah kisah asmara dua sejoli ini. Yah singkat cerita mereka akhirnya menikah. Setelah pernikahan itu mereka pun dikaruniai 2 jejaka tampan yang mereka beri nama Demo dan Frendika (iki cino e nurun ibu e kabeh iki, #hadeeeh).
Ling-ling (Istri dari Feru)

Yup kita tinggalkan kisah cinta romantis Feru-Ling Ling yang pastinya hidup bahagia selamanya. AMIIINN...Jama’aaaahhhh....ohhh jama’aaaahhh...
Kita berlanjut dengan kisah cinta yang penuh intrik, serta menarik yang dikupas secara tajam, setajam SINGLET...Aauuu...
Soni, terlahir dengan nama Muchlison yang biasa dipanggil Mbah atau panggilan barunya saat dia menyendiri mengasingkan diri dari dunia luar bernama Muklis (koyok teroris ae, padahal potongan teroris ae g ono). Dia memiliki 4 orang anak hasil perbuatan dia dengan “pasangannya”. Tapi sampai saat ini pun kita masih belum tahu siapa ibu dari keempat anak ini. *ini ceritanya pasanganya misterius.  Mulai dari nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan sampai jenis kelaminpun masih misterius sampai saat ini. Wah memang kisah cinta ini sedikit berbumbu intrik serta mistik. Hasil dari perbuatannya adalah Arif, Fariz, Bambung (TOP BRO) serta Ichang...
Yah memang sedikit mengejutkan mengingat kita semua tidak tahu siapa ibu dari anak2 tersebut...
Karena sangking misteriusnya hubungan ini yang kita semua tahu dia suka telpon saat masih duduk di bangku kuliah...apakah kalian tahu “pasangan” dari Muklis ini?Siapakah di balik telpon tersebut?pertanyaan2 itu bermunculan lagi dan lagi sampai saat ini.
Beruntung Muklis punya anak2 yang tabah menerima keadaan ini. Mereka menerima keadaan seperti ini dengan lapang dada (*caution : penulis cuma berpesan bambung dan fariz sing akur. Kakang adik kok.okeh. Yo mbok d susul mbung lek wayahe kuliah ben adik e (*faris) iki g telat ae)
Ayo2 pindah2 karena kisah percintaan Muklis dengan “pasangan” masih belum teridentifikasi oleh tim pengkaji...
Saatnya DODI.....yeaahh...
Dodi yang bernama lengkap Dhody Kharisma atau kalo nama FB ny Dhody Love Shuvie ini terlahir paliing tinggi dari kedua saudaranya. Dia bekerja di air awalnya sebagai penjaga tambak milk pak Toim tetangga sebelah Pak Junaidi. Kalo dari rumah yah sekitar 500 m lah, di enggok2an perempatan itu belok kiri. Nanti ada Warung, ntar smpyan tanya dimana tempat kerjanya Dhody pasti pemilik warung gak tahu. Lah dia kerja sebagai penaga tambak hanya berselang 1 hari saja karena menurut lamaran salah satu pelamar mengatakan kalau...kalau....kalau tadi terjadi salah pengetikan...hadeeehh...
Yah sesuai ramalan yang dilakukan peramal (ini yang bener) bahwa dia tidak cocok kerja di air. Dia cocok jadi penghulu nikah kata si ahli nujum. So singkat kata dia akhirnya jadi penghulu di Madura ampai akhirnya dia sangat terkenal se antero jagad Madura. Dia sangat di elu2 kan karena prosesnya cepat, mudah, serta biaya ringan (koyok kreditan ae, penghulu saiki).
Sampai pada suatu hari, saat dia akan mengawinkan...(eh salah menikahkan) salah satu pasangan (Armando Alexander dan Maulina) ternyata ada cinta segitiga diantara pasangan dan penghulu. Ternyata Dhody menaruh hati kepada sang wanita yang bernama Lina, karena pesona latin yang terrpancar dari diri Lina.AAAUUUU....
Singkat kata karena cerita ini seharusnya tidak boleh di ceritakan karena melanggar norma agama maka si Alexandro pun merelakan Lina sang wanita dengan pesona Amerika Latin menikah dengan Dhody Sang Penghulu (Aneh ya ceritanya fiktif banget...tp namanya juga cerita suka2 penulis lah, yang baca jgn banyak protes).
Setelah pernikahannya selama kurang 10 tahun lebih akhirnya mereka dikaruniai 3 orang anak yang lucu serta menggemaskan (*hueekk). Yah ketiga anak tersebut bernama Uchai, Ucup, dan Panji. Ketiga bocah yang tampan serta gagah berani melawan monster untuk menyelamatkan putri yang tertukar #loh.
(*penulis berpesan kepada panji, ucai n ucup agar selalu menyayangi kedua orang tua kalian, karena bagaimanapun kisah cinta mereka, mereka tetap orang tua kalian )


                                                                                                                                                                Bersambung


Tunggu kelanjutan cerita dari silsilah keluarga Wong Kito 2008 selanjutnya yang akan menceritakan kehidupan anak2 setelah mereka tumbuh dewasa dan menikah....

NAIKNYA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SOLUSI PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENINGKATAN KONSUMSI KENDARAAN BERMOTOR



Rencana naiknya pajak kendaraan bermotor menuai sikap dari produsen otomotif. Mereka menganggap rencana ini akan mengganggu perkembangan industri otomotif.  Bahkan kenaikan pajak (Bea Balik Nama) BBN dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) akan mengurangi pendapatan pemerintah dari pajak. Pemerintah berencana melakukan kenaikan pajak BBN dan PKB sebesar 10-20% terhadap kendaraan bermotor baru dalam upaya menekan subsidi yang diperkirakan akan terus meningkat dengan akibat tumbuhnya jumlah kendaraan.
Selain itu peningkatan pajak kendaraan bermotor juga bertujuan untuk menekan pertumbuhan konsumsi kendaraan bermotor di Indonesia, karena saat ini para produsen kendaraan bermotor berlomba-lomba untuk memasarkan produknya. Didukung dengan kultur di Indonesia yang konsumtif maka bukan tidak mungkin jika akan terjadi peledakan pengguna kendaraan bermotor. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat peledakan pengguna kendaraan. Kemacetan adalah dampak dari semua ini. Kapasitas jalan yang hanya sedikit meningkat ataupun bahkan tidak meningkat tetapi jumlah kendaraan bermotor setiap tahun terus meningkat. Ini berbanding terbalik, sehingga tidak dapat dipungkiri lagi jika kemacetan bakal menjadi sarapan sehari-hari kita jika tidak ada peraturan jelas untuk mengendalikan peledakan penggunanaan kendaraan bermotor.
Peningkatan pajak BBN dan PKB dirasa tepat untuk mengendalikan nafsu konsumtif masyarakat Indonesia akan menurun karena msyarakat akan berpikir ulang untuk membeli kendaraan bermotor baru untuk kepentingan pribadi. Dengan begitu peningkatan konsumsi kendaraan bermotor dapat terkontrol sehingga subsidi untuk kendaraan bermotorpun dapat digunakan untuk peningkatan kualitas fasilitas transportasi di Indonesia. Secara langsung akan dirasakan konsumsi BBM menurun, sehingga ini akan meringankan subsidi untuk konsumsi BBM juga. Pengurangan subsidi itu bisa digunakan untuk membiayai peningkatan kualitas transportasi masal di Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas transportasi, maka diharapkan kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang sehingga ini juga bisa mengatasi kemacetan. Banyak sekali manfaat yang dirasakan dengan peningkatan pajak ini, meskipun juga menuai sikap dari produsen kendaraan bermotor. Tetapi secara umum peningkatan pajak untuk kendaraan bermotor tepat dilakukan oleh pemerintah agar dampak dari kultur konsumtif masyarakat Indonesia dapat dikendalikan. Pertanyaannya adalah apakah rencana pajak ini dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai stakeholder dalam masalah ini, karena dampak dari kenaikan pajak adalah ketakutan pemerintah Indonesia kehilangan produsen kendaraan bermotor yang menyuplai produknya ke Indonesia.

Pembangunan gedung DPR RI yang dipenuhi kontroversi: “Darimana sumber pembiayaannya?”



DPR RI akan merencanakan melakukan pembangunan gedung baru dengan anggaran yang sangat besar yaitu berkisar 1,6 triliun. Gedung DPR RI yang baru ini akan dilengkapi berbagai fasilitas yang begitu mewah sehingga pembangunan gedung ini banyak menuai kontroversi. Sudah pantaskah para anggota DPR RI merasakan mewahnya fasilitas yang akan diberikan seperti ruang istirahat, ruang rapat, ruang tamu, dan ruang pribadi serta kamar mandi yang cukup mewah padahal telah kita tahu kinerja anggota DPR RI yang masih belum maksimal. Alasan mereka mengusulkan adanya pembangunan gedung baru ini dikarenakan gedung Nusantara I dirasa sudah tidak dapat menampung maupun mengatur jumlah karyawan yang ada dan kurang menunjang kinerja para anggota DPR RI. Pertanyaan pun bermunculan saat berita pembangunan gedung yang rencanannya memiliki 27 lantai dan luas total 120 ribu meter persegi ini, darimanakah sumber pembiayaan pembangunan gedung yang mewah ini.
Perlu diketahui juga bahwa total biaya pembangunan gedung berkisar Rp1.162.202.186.793 (Rp1,162 triliun). Biaya sebesar ini masih belum termasuk untuk anggaran penambahan fasilitas IT, Security System dan Furniture/mebelair. Rincian dana untuk pembangunan gedung DPR RI yang baru yaitu:
·  Biaya Konstruksi Fisik                    Rp. 1.125.074.721.000
·  Biaya Konsultan Perencana             Rp.       19.126.270.257
·  Biaya Konsultan MK                      Rp.      16.876.120.815
·  Biaya Pengelolaan Kegiatan            Rp.        1.125.074.72
                                                        Rp. 1.162.202.186.793

Tampak Gedung DPR RI
Begitu besarnya dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung DPR RI yang baru. Padahal sumber  pembiayaan proyek ini adalah dari dana 3 tahun APBN dengan asumsi pada tahun 2010 sebesar Rp.50 milyar, tahun 2011 sebesar 800 milyar dan 2012 menutupi sisa dari anggaran proyek pembangunan gedung DPR RI.  Dana yang telah di cairkan untuk pembangunan gedung DPR RI pada tahun 2010 sebesar 250 milyar dari total dana yang dibutuhkan. Di saat negara kita masih memerlukan dana untuk peningkatan kualitas negara kita. Anggaran sebesar itu dapat di alokasikan untuk membiayai bantuan iuran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi lebih dari 22 juta warga miskin selama satu tahun. Hal yang menurut saya lebih bermanfaat dibandingkan membangun gedung baru DPR RI. Pemerintah seakan tidak adil untuk mengalokasikan dana APBN karena pada tahun 2010 pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk Jamkesmas hanya 6000 per bulan atau Rp 72.000 per tahun untuk satu warga miskin sementara untuk alokasi dana pembangunan gedung DPR RI yang baru mencapai 1,6 triliun. Pertanyaannya apakah proyek pembangunan gedung DPR RI masih layak untuk di realisaskan atau masih memerlukan kajian yang lebih dalam soal besarnya biaya pembangunan proyek ini.