Silsilah Wong Kito 2008 Part 2


PERINGATAN KERAS:
HARAP HATI TIDAK DIBAWA SERTA DI TARUH DI KULKAS SAAT MEMBACA CERITA INI KARENA CERITA INI ADALAH CERITA FIKTIF BELAKA YANG DITAMBAHI BUMBU KESERONOHAN, EROTIS, SERTA INTRIK POLITIK

Part 2
Baiklah, karena banyak yang mengelu-elukan bagaimanakah kelanjutan silsilah wong kito 2008 (JENG JENG JENG JENG *efek sound serem). Okeh uk mari kita lanjutin ke cerita selnjutnya.
Yang pertama adalah kita akan me-review kehidupan dari anak-anak yang telah dihasilkan dari hasil perbuatan kakek dan nenek moyang kita. Hanya sekedar mengingatkan saja bahwa putra dari hasil perbuatan Feru dan Ling-ling adalah Demo dan Frendika. Soni dan “Pasangan Misteriusnya” menghasilkan Arif, Desi, Bambung dan Ichang. Serta pasangan paling fenomenal, tajam dan terpercaya yaitu Dody “Si Penghulu” Vs Lina/Magdalena “Wanita Pesona Latin” menghasilkan Uchay, Ucup, dan Panji “3 Jejaka Tangguh”.
Yang pertama *membaca dengan nada lagu Opick (akibat sebentar lagi mau puasa)
Demo terlahir dengan nama lengkap Bambang Budi Utomo atau biasa dipanggil Koko Ahong memiliki ciri fisik yang sipit, eksentrik serta sering sekali cepirit (peace ya mo). Sangat digandrungi oleh wanita sebayanya maupun yang lebih tua (ihiiirrr...sapa ya...). Dia bekerja awalnya sebagai sales Flashdisk yang metodenya dari door to door. Jadi dia setiap ada pembeli selalu mengagetkannya dengan cara “doooorrr” (halah garing beud dah kayak ayam krispi). Setelah merintis karir selama beberapa tahun (wiiii...bahasa e berat, merintis karir jare) akhirnya dia bisa membuka toko sendiri. Dia membuka toko “UD. Mandiri Material” yang menjual segala macem susu kedelai dari berbagai rasa (nah loh? Nama sama yang dijual gak match gtu ya? ya namany cerita gak boleh ada yang protes). Yup, dia berpindah arah karena menjadi sales Flashdisk tidak menjanikan apa-apa untuk hidupnya. Tetapi dengan dia membuka Toko “UD. Mandiri Material” ini dia menemukan tulang rusuknya yang terpisah selama bertahun-tahun (Demo memang waktu kecil pernah jatuh dan tulang rusuknya patah entah kemana). Eh maksudnya belahan jiwanya kalo anak-anak zaman sekarang bilang “Soulmate”. Dia bertemu Kaye seorang wanita cantik jelita nan rupawan penjaja “susu kedelai” yang telah lama melanglang melintang buana di dunia persusuan (ojo ngeres, sikat kene kon, iki persusuan kedelai maksudte).
Awal pertemuan mereka ketika Kaye menawarkan produk “susu kedelai” miliknya ke toko. Dia menawarkan produk susu kedelainya kepada Demo;
Demo    : Ada perlu apa mbak?
Kaye      : Emmm...saya mau menawarkan susu
Demo    : Apa? (ekspresi kaget sambil kedip-kedip, nafas pun mulai kembik-kembik tanda gak kuku)
Kaye      : Iya kakak, saya akan menawarkaaaannn....(“sambil melakukan persiapan”)
 “Susu Kedelai Oyee”
  Susu Kedelai Dengan Berbagai Rasa
  Sehat, Kuat, Semangat Serta Bersahabat Untuk Kita Semua
  Susu Kedelai.....Oyeeee (sambil bicara dengan bahasa marketing)
Demo    : (Tuawawawawawaw), baiklah saya terima produk kamu masuk di toko saya.
Kaye      : Terima kasih kakak ^_^
Awal pertemuan pun begitu menggoda, selanjutnya terserah mereka.
Setelah pertemuan itu hubungan mereka begitu intens, dan semakin intim. Sehingga mereka pun memutuskan tali cinta kasih mereka untuk menjalin hubungan yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan serta perkawinan (ojo di walik moco e marai salah persepsi engkok). Setelah pernikahan, mereka dikaruniai anak yang lucu dan imut. Mereka bernama Amanda, Debora, Budi (loh, gak ono mirip-mirip e karo wong tuwo e), Sandi. Mereka adalah buah dari hubungan romantisme tanpa batas antara Demo dan Kaye. Siapapun akan iri melihat keromantisan yang dipertontonkan mereka.
                Hah, ternyata selesai juga kisah kasih Demo dan Kaye, sekarang kita bahas yang agak berat karena memang irang yang kita bahas kali ini adalah orang yang terbilang “Berat” dari segala sisi. Sisi kanan, kiri atas serta bawah (wiiii, sing bawah sing berat apane rek?)
Ya kita sambut, Frendika (dengan suara yang berat juga serta nada komentator tinju kelas wahid)
Frendika terlahir dengan nama yang begitu panjang I Dewa Made Frendika Septanaya yang biasa kita panggil dia Frend, Cong, Ciko dan masih banyak yang lainnya (nada Bang Rhoma Irama). Dia adalah keturunan etnik cina keturunan dari ibunya (Ling-ling) sehingga logat yang dia bawakan saat berbicara campur aduk ruwet gak karuan karena adanya perpaduan antara Cina, dan Indonesia. Dia adalah bad boy saat masih menginjak bangku sekolah karena dia adalah seorang playboy di sekolahnya. Dia sering bergantonta-ganti wanita setiap harinya. Seorang korban yang kami rahasiakan identiasnya pun sempat mengaku kepada tim pengkaji dan penulis jika dia pernah disakiti, ditindas, dikhianati serta di di di yang lain. Korban pun sambil menangis di pelukan penulis (loh?) mengaku jika Frendika sangat lihai dalam hal merangkai kata-kata sehingga membuat wanita “klepek-klepek”. Korban pun sampai mempraktekkan kepada penulis bagaimana lihainya mulut seorang Frendika saat awal pertemuan mereka berdua di sebuah warung kopi.
Frendika              : Mbak-mbak, maaf ya…
Korban                : Kenapa?
Frendika               : Minta tolong sebentar jangan bergerak, mbaknya ndek situ aja
Korban                : Emang knapa mas? (Bingung karena gak kenal sama Frendika)
Frendika             : Aku cuma perlu bukti, jadi saya foto sebentar pake Handphone saya ya.. (cklik!! sambil ambil foto pake HP)
Korban                 : (tambah bingung) Bukti buat apa ya???
Frendika           : Ndak, kemaren temenku bilang kalo gak ada tuh yang namanya “Cewek secantik  bidadari”. Dengan foto ini saya mau tunjukin kalo dia salah (sambil memasang tampang cool ala cheff Juna)
Korban                 : Oh ya?
Setelah melakukan rayuan seperti itu, sang korban langsung jatuh hati dan merasa berada di surga dunia. Kemudian tidak berjalan lama, Frendika akan meninggalkan sang korban. Sangat menyayat hati memang, tetapi kebiasaan ini terus dia lakukan sampai akhirnya dia bekerja. Frendika bekerja sebagai  penjual Es Jus. Tapi jangan salah, meskipun dia adalah penjual Es Jus tetapi dia bisa membuka cabang di lima negara di benua Afrika. Dia melihat peluang bisnis yang sangat  apik karena dia melihat suhu yang sangat ekstrim di benua Afrika sehingga dia sangat optimis untuk membuka usaha Es Jus disana. Dan memang benar animo masyarakat dengan Es Jus Frendika sangat digandrungi masyarakat Afrika dan sekitarnya, apalagi di saat siang hari. Pengunjung berbondong-bondong berdatangan. Dan memang rezeki gak bakalan kemana, dan jodoh pun gak akan lari kemana-mana juga karena dengan berjualan Es Jus, Frendika dipertemukan dengan belahan jiwanya seorang ibu-ibu pengajian. Saat itu, seorang wanita berjilbab nan anggun serta muslimah bernama Umi memesan segelas Es Jus di kedai Frendika.
Umi                    : Mas, pesen Jus Mengkudu pake susu,terus aku gak pengen ada bijinya ya mas. Sama nanti aku minta ada taburan coklat diatasnya yang bentuk hati, terus sisi kiri dan kanannya harus pas gambar hatinya. Gak pahit ya mas Es Jusnya (dengan nada serak-serak basah)
Frendika           : (Melihat pelanggan yang banyak maunya, langsung terkesima) Oh, iya mbak, tunggu ndek situ ae ya mbak (dengan logat campuran)
Umi                    : Iya mas
Tidak berselang lama, Es Jus Mengkudu yang dipesan pun datang, sambil mengantarkan pesanan dia sudah memikirkan jurus terjitu untuk mendapatkan hati sang pujaan  hati.
Frendika              : Ini mbak, pesanan Es Jusnya sudah jadi
Umi                        : Makasih ya mas
Frendika              : (Tidak mau membuang kesempatan dia pun segera beraksi)
                       Mmmmm...bapak kamu kebo ya? Karena saat pertama kali aku melihatmu, kamu telah  membajak hatiku (dengan memasang muka cool)
Umi                      : Plaakk...(Frendika pun ditampar oleh Umi)
                              Maksudnya sampeyan apa mas, bilang kalo bapak saya kebo.
Frendika            : (Frendika tertunduk lesu, karena baru pertama kali dia gagal dalam merayu seorang wanita)
Dengan panjang lebar Umi menjelaskan jika selama ini dia salah. Dia sering menyakiti hati wanita. Sampai akhirnya dia tersadar. Dan selama pertemuan itu, Frendika sering curhat dengan Umi begitu pula sebaliknya. Lambat laun, jalinan cinta pun terrajut dalam satu ikatan kasih. Dan beberapa tahun kemudian mereka pun memutuskan untuk membangun rumah tangga sakinah dan mawadah. Setlah beberapa tahun membina rumah tangga mereka pun di karuniai anak-anak yang lucu serta menggemaskan. Mereka adalah Ovi, Ajeng, Lia, Sani, Christin, dan yang terakhir adalah Vely. Mereka menyebut anak-anak mereka Geng Gebang.

Bersambung

Sekian cerita Part 2 kali ini. Jika ada kesalahan kata-kata mungkin kalian yang salah baca (loh). Saya minta maaf yang sebesar-besarnya (maafin ya) apalagi kan ini menjelang bulan Ramadhan harus saling memafkan. Okeh. Matur Thank U ^_^.

Silsilah Wong Kito 2008 Part 1


PART 1
Disini saya ceritakan silsilah keluarga besar WONG KITO 2008 yang ternyata setelah saya dan teman-teman tim pengkaji menemukan keterkaitan hubungan darah, batin, jiwa serta raga di dalam WONG KITO 2008.
Langsung saja kita simak...
cap cuuzz...yuuukkk neeekkk...
(Diharapkan pada yang punya hati segeralah disimpan di dalam kulkas karena cerita ini sarat intrik, kekerasan serta politik yang terjadi di WONG KITO 2008)
Pada suatu masa di daerah *sebut saja MADURA terlahirlah 3 orang bersaudara gagah berani nan rupawan. Mereka terlahir bernama Feru, Soni dan Dodi dan mereka menyebut dirinya GANG BENG...*ups salah...(ojo ngeres sek rek, sapu kene pikiranmu), GENG BLOK M maksudnya.
Yah kita lanjut dengan kisah cinta 3 bersaudara ini. Dalam dunia percinaan, *aduh2 salah maneh rek...padahal yo g ono cino2e blas ya arek 3 iki.hahaha...(peace rek). Mereka bertiga ini sukses dalam menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing yah meskipun Soni tidak teridentifikasi siapa pasangannya tetapi ujuk2 dah gendong anak saja dia. BAHAYA...*geleng2 kepala...
Kita mulai yang pertama...
Feru, nama lengkapnya Feru Sukaryono. Dia menikah pada usia dini di hari Rabu Wage 9 Dzulhijah. Awal mula pertemuan dengan pasangannya adalah saat dia mulai merantau ke negeri Cina. Untuk apa Feru pergi ke negeri Cina? Yah dia merantau ke negeri Cina untuk mengembangkan usaha keluarga yaitu “jual bakpao Cikyen”. Wiiiikk SUAANGAARR...

Pertemuan mereka sungguh romantis, saat (*sebut saja ling-ling) membeli bakpao Cikyen racikan tangan Feru. Saat membeli bakpao cikyen tersebut ternyata bakpao yang akan di terima oleh ling ling terjatuh. Akhirnya mereka sama sama mengambil bakpao yang terjatuh tersebut. Mata dan mata saling bertemu. Tangan tangan pun tak sengaja berpegangan. Dan akhirnya hati mereka jatuh dalam pangkuan (*koyok sinetron2 cino ngunu loh..rodo romantis sitik n lebay2 sitik).Setelah pertemuan tersebut terjalinlah kisah asmara dua sejoli ini. Yah singkat cerita mereka akhirnya menikah. Setelah pernikahan itu mereka pun dikaruniai 2 jejaka tampan yang mereka beri nama Demo dan Frendika (iki cino e nurun ibu e kabeh iki, #hadeeeh).
Ling-ling (Istri dari Feru)

Yup kita tinggalkan kisah cinta romantis Feru-Ling Ling yang pastinya hidup bahagia selamanya. AMIIINN...Jama’aaaahhhh....ohhh jama’aaaahhh...
Kita berlanjut dengan kisah cinta yang penuh intrik, serta menarik yang dikupas secara tajam, setajam SINGLET...Aauuu...
Soni, terlahir dengan nama Muchlison yang biasa dipanggil Mbah atau panggilan barunya saat dia menyendiri mengasingkan diri dari dunia luar bernama Muklis (koyok teroris ae, padahal potongan teroris ae g ono). Dia memiliki 4 orang anak hasil perbuatan dia dengan “pasangannya”. Tapi sampai saat ini pun kita masih belum tahu siapa ibu dari keempat anak ini. *ini ceritanya pasanganya misterius.  Mulai dari nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan sampai jenis kelaminpun masih misterius sampai saat ini. Wah memang kisah cinta ini sedikit berbumbu intrik serta mistik. Hasil dari perbuatannya adalah Arif, Fariz, Bambung (TOP BRO) serta Ichang...
Yah memang sedikit mengejutkan mengingat kita semua tidak tahu siapa ibu dari anak2 tersebut...
Karena sangking misteriusnya hubungan ini yang kita semua tahu dia suka telpon saat masih duduk di bangku kuliah...apakah kalian tahu “pasangan” dari Muklis ini?Siapakah di balik telpon tersebut?pertanyaan2 itu bermunculan lagi dan lagi sampai saat ini.
Beruntung Muklis punya anak2 yang tabah menerima keadaan ini. Mereka menerima keadaan seperti ini dengan lapang dada (*caution : penulis cuma berpesan bambung dan fariz sing akur. Kakang adik kok.okeh. Yo mbok d susul mbung lek wayahe kuliah ben adik e (*faris) iki g telat ae)
Ayo2 pindah2 karena kisah percintaan Muklis dengan “pasangan” masih belum teridentifikasi oleh tim pengkaji...
Saatnya DODI.....yeaahh...
Dodi yang bernama lengkap Dhody Kharisma atau kalo nama FB ny Dhody Love Shuvie ini terlahir paliing tinggi dari kedua saudaranya. Dia bekerja di air awalnya sebagai penjaga tambak milk pak Toim tetangga sebelah Pak Junaidi. Kalo dari rumah yah sekitar 500 m lah, di enggok2an perempatan itu belok kiri. Nanti ada Warung, ntar smpyan tanya dimana tempat kerjanya Dhody pasti pemilik warung gak tahu. Lah dia kerja sebagai penaga tambak hanya berselang 1 hari saja karena menurut lamaran salah satu pelamar mengatakan kalau...kalau....kalau tadi terjadi salah pengetikan...hadeeehh...
Yah sesuai ramalan yang dilakukan peramal (ini yang bener) bahwa dia tidak cocok kerja di air. Dia cocok jadi penghulu nikah kata si ahli nujum. So singkat kata dia akhirnya jadi penghulu di Madura ampai akhirnya dia sangat terkenal se antero jagad Madura. Dia sangat di elu2 kan karena prosesnya cepat, mudah, serta biaya ringan (koyok kreditan ae, penghulu saiki).
Sampai pada suatu hari, saat dia akan mengawinkan...(eh salah menikahkan) salah satu pasangan (Armando Alexander dan Maulina) ternyata ada cinta segitiga diantara pasangan dan penghulu. Ternyata Dhody menaruh hati kepada sang wanita yang bernama Lina, karena pesona latin yang terrpancar dari diri Lina.AAAUUUU....
Singkat kata karena cerita ini seharusnya tidak boleh di ceritakan karena melanggar norma agama maka si Alexandro pun merelakan Lina sang wanita dengan pesona Amerika Latin menikah dengan Dhody Sang Penghulu (Aneh ya ceritanya fiktif banget...tp namanya juga cerita suka2 penulis lah, yang baca jgn banyak protes).
Setelah pernikahannya selama kurang 10 tahun lebih akhirnya mereka dikaruniai 3 orang anak yang lucu serta menggemaskan (*hueekk). Yah ketiga anak tersebut bernama Uchai, Ucup, dan Panji. Ketiga bocah yang tampan serta gagah berani melawan monster untuk menyelamatkan putri yang tertukar #loh.
(*penulis berpesan kepada panji, ucai n ucup agar selalu menyayangi kedua orang tua kalian, karena bagaimanapun kisah cinta mereka, mereka tetap orang tua kalian )


                                                                                                                                                                Bersambung


Tunggu kelanjutan cerita dari silsilah keluarga Wong Kito 2008 selanjutnya yang akan menceritakan kehidupan anak2 setelah mereka tumbuh dewasa dan menikah....

NAIKNYA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR SOLUSI PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENINGKATAN KONSUMSI KENDARAAN BERMOTOR



Rencana naiknya pajak kendaraan bermotor menuai sikap dari produsen otomotif. Mereka menganggap rencana ini akan mengganggu perkembangan industri otomotif.  Bahkan kenaikan pajak (Bea Balik Nama) BBN dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) akan mengurangi pendapatan pemerintah dari pajak. Pemerintah berencana melakukan kenaikan pajak BBN dan PKB sebesar 10-20% terhadap kendaraan bermotor baru dalam upaya menekan subsidi yang diperkirakan akan terus meningkat dengan akibat tumbuhnya jumlah kendaraan.
Selain itu peningkatan pajak kendaraan bermotor juga bertujuan untuk menekan pertumbuhan konsumsi kendaraan bermotor di Indonesia, karena saat ini para produsen kendaraan bermotor berlomba-lomba untuk memasarkan produknya. Didukung dengan kultur di Indonesia yang konsumtif maka bukan tidak mungkin jika akan terjadi peledakan pengguna kendaraan bermotor. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat peledakan pengguna kendaraan. Kemacetan adalah dampak dari semua ini. Kapasitas jalan yang hanya sedikit meningkat ataupun bahkan tidak meningkat tetapi jumlah kendaraan bermotor setiap tahun terus meningkat. Ini berbanding terbalik, sehingga tidak dapat dipungkiri lagi jika kemacetan bakal menjadi sarapan sehari-hari kita jika tidak ada peraturan jelas untuk mengendalikan peledakan penggunanaan kendaraan bermotor.
Peningkatan pajak BBN dan PKB dirasa tepat untuk mengendalikan nafsu konsumtif masyarakat Indonesia akan menurun karena msyarakat akan berpikir ulang untuk membeli kendaraan bermotor baru untuk kepentingan pribadi. Dengan begitu peningkatan konsumsi kendaraan bermotor dapat terkontrol sehingga subsidi untuk kendaraan bermotorpun dapat digunakan untuk peningkatan kualitas fasilitas transportasi di Indonesia. Secara langsung akan dirasakan konsumsi BBM menurun, sehingga ini akan meringankan subsidi untuk konsumsi BBM juga. Pengurangan subsidi itu bisa digunakan untuk membiayai peningkatan kualitas transportasi masal di Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas transportasi, maka diharapkan kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang sehingga ini juga bisa mengatasi kemacetan. Banyak sekali manfaat yang dirasakan dengan peningkatan pajak ini, meskipun juga menuai sikap dari produsen kendaraan bermotor. Tetapi secara umum peningkatan pajak untuk kendaraan bermotor tepat dilakukan oleh pemerintah agar dampak dari kultur konsumtif masyarakat Indonesia dapat dikendalikan. Pertanyaannya adalah apakah rencana pajak ini dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai stakeholder dalam masalah ini, karena dampak dari kenaikan pajak adalah ketakutan pemerintah Indonesia kehilangan produsen kendaraan bermotor yang menyuplai produknya ke Indonesia.

Pembangunan gedung DPR RI yang dipenuhi kontroversi: “Darimana sumber pembiayaannya?”



DPR RI akan merencanakan melakukan pembangunan gedung baru dengan anggaran yang sangat besar yaitu berkisar 1,6 triliun. Gedung DPR RI yang baru ini akan dilengkapi berbagai fasilitas yang begitu mewah sehingga pembangunan gedung ini banyak menuai kontroversi. Sudah pantaskah para anggota DPR RI merasakan mewahnya fasilitas yang akan diberikan seperti ruang istirahat, ruang rapat, ruang tamu, dan ruang pribadi serta kamar mandi yang cukup mewah padahal telah kita tahu kinerja anggota DPR RI yang masih belum maksimal. Alasan mereka mengusulkan adanya pembangunan gedung baru ini dikarenakan gedung Nusantara I dirasa sudah tidak dapat menampung maupun mengatur jumlah karyawan yang ada dan kurang menunjang kinerja para anggota DPR RI. Pertanyaan pun bermunculan saat berita pembangunan gedung yang rencanannya memiliki 27 lantai dan luas total 120 ribu meter persegi ini, darimanakah sumber pembiayaan pembangunan gedung yang mewah ini.
Perlu diketahui juga bahwa total biaya pembangunan gedung berkisar Rp1.162.202.186.793 (Rp1,162 triliun). Biaya sebesar ini masih belum termasuk untuk anggaran penambahan fasilitas IT, Security System dan Furniture/mebelair. Rincian dana untuk pembangunan gedung DPR RI yang baru yaitu:
·  Biaya Konstruksi Fisik                    Rp. 1.125.074.721.000
·  Biaya Konsultan Perencana             Rp.       19.126.270.257
·  Biaya Konsultan MK                      Rp.      16.876.120.815
·  Biaya Pengelolaan Kegiatan            Rp.        1.125.074.72
                                                        Rp. 1.162.202.186.793

Tampak Gedung DPR RI
Begitu besarnya dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung DPR RI yang baru. Padahal sumber  pembiayaan proyek ini adalah dari dana 3 tahun APBN dengan asumsi pada tahun 2010 sebesar Rp.50 milyar, tahun 2011 sebesar 800 milyar dan 2012 menutupi sisa dari anggaran proyek pembangunan gedung DPR RI.  Dana yang telah di cairkan untuk pembangunan gedung DPR RI pada tahun 2010 sebesar 250 milyar dari total dana yang dibutuhkan. Di saat negara kita masih memerlukan dana untuk peningkatan kualitas negara kita. Anggaran sebesar itu dapat di alokasikan untuk membiayai bantuan iuran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi lebih dari 22 juta warga miskin selama satu tahun. Hal yang menurut saya lebih bermanfaat dibandingkan membangun gedung baru DPR RI. Pemerintah seakan tidak adil untuk mengalokasikan dana APBN karena pada tahun 2010 pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk Jamkesmas hanya 6000 per bulan atau Rp 72.000 per tahun untuk satu warga miskin sementara untuk alokasi dana pembangunan gedung DPR RI yang baru mencapai 1,6 triliun. Pertanyaannya apakah proyek pembangunan gedung DPR RI masih layak untuk di realisaskan atau masih memerlukan kajian yang lebih dalam soal besarnya biaya pembangunan proyek ini.