Part 3
Hah, akhirnya part 3 juga, bagian yang sangat
ditunggu-tunggu oleh pembaca setia silsilah wong kito 2008. Saatnya kita
membahas orang-orang paling fenomenal yang ada di wong kito 2008. Karena
banyaknya masukan kalau part 2 kurang cadas maka saya akan memenuhi permintaan
kawan-kawan untuk lebih beringas dalam mengupas cerita serta akan lebih
mendalam sedalam kali brantas.
Okeh tanpa basa-basi lagi saya akan segera
menceritakan apa yang saya dapatkan setelah menelusuri silsilah wong kito 2008
yaitu sejarah empat bersaudara keturunan dari Mbah Soni a.k.a Muklis yaitu
Arif, Fariz, Bambung (Top Bro), dan Ichang. Kita mulai saja dari Arif,yang nama
lengkapnya adalah Machyaruddin Muhizar Arief a.k.a Ipin. Kita masih belum tahu
pasti kenapa dia dipanggil Ipin karena mukanya pun gak mirip sama sekali dengan
kartun MALAYSIA Upin Ipin itu (Ganyaaaanngg Malingsia *Arrrgghhh, sambil bawa laser). Dia sejak kecil
telah menyukai hal-hal yang berbau dengan IT serta dia adalah anak kesayangan
dari bapaknya (Sorry kawan,penulis gak bahas tentang ibu,soalnya bapak kalian
juga gak tahu siapa yang melahirkanmu nak,kalian datang secara tiba-tiba
*Jleb). Singkat kata Ipin telah beranjak dewasa dan menjadi seorang pria yang
sedikit agak cabul (Karena dia sering sekali mendownload Film biru *eeehhh). Dan
dia pun sering berimajinasi kotor saat ada 2 pasangan (hewan) yang sedang
bercumbu mesra (Peace mameenn). Tetap meskipun memiliki kelainan yang agak
melenceng dari orang sebayanya tetapi dia adalah anak kesayangan papanya (papa
jare, wajah karo panggilan gak cocok blas lek ndelok bapake sopo). Singkat kata
dia dikuliahkan di luar negeri oleh papa sony, karena hobinya dalam
mengutak-atik komputer. Dia di sekolahkan di BSI, “sekolah luar negeri”. Alasan
dia di sekolahkan di situ adalah karena papa sony suka sekali dengan jargon
yang dimiliki universitas ini, yaitu “Kuliah, BSI ajah”. Sampai-sampai Obama
saja mempromosikan universitas ini, sangking famousnya gak tuh.
Setelah menempuh pendidikan yang mumpuni, dia
pun mencoba membuka usaha. Yaitu buka toko barang-barang elektronik. Dia setiap
malam dari toko ke toko yang lain, membuka toko “milik Orang lain” untuk
menghidupi dirinya. Alhasil, tidak beberapa lama, usaha itupun harus berhenti
karena dia takluk. Dia gak tahan dan
takluk dikarenakan si ipin tersepona oleh kecantikan pemilik toko sehingga dia
bertekuk lutut di hadapan sang pemilik toko (kayak gaya anjingnya coki lah pas
bertekuk lutut *hah hah hah). Kebanyang gak tuh, maling bertekuk lutut sama
pemilik toko yang cantik jelita. Yah meskipun sebenarnya ada adegan-adegan yang
terjadi saat itu, tetapi saya skip aja. Tahu sendiri kan, si ipin memiliki
kelainan, sehingga tidak baik untuk dibaca oleh anak yang dibawah umur
(seperti: ivana, ayu, dkk).
Kalian tahu siapa yang membuat si ipin bertekuk
lutut?
Kita bahas ciri-ciri dari sang wanita ini. Dia
memiliki mata agak sipit, berkerudung, dan yang paling penting adalah dia
memiliki lapangan terbang sendiri “di dahinya, dikarenakan dahinya begituuuuuuu lebar” (ini
tulisan kecil berarti bisik-bisik loh ya).
Yah, para pembacaaaaa, kita sambuuuuuutttt....
Sang wanita yang kita tunggu-tunggu dan sangat
digandrungi oleh ipin....
Yuuuuuuuussssssiiiiiiiiiiiii(*sorak sorai penonton pun membahana di dunia maya)
Yah, wanita inilah yang membuat ipin tidak lagi
di cap sebagai pria berkelainan dan mereka pun menikah setelah kejadian yang
sudah saya skip tadi (Ya Allah, sinetron banget lah pokoke). Mereka pun juga
dikaruniai 1 putra dan 1 putri yang yah, gak jauh dari orang tuanya lah yeee.
Dia adalah eka si pan pan dan pepi a.k.a revifia audi. Keren banget lah
nama-nama mereka. Mereka adalah keluarga yang normal, tidak ada kelainan
apapun. Meskipun masa lalu dari ayah mereka begitu kelam, tetapi berakhr dengan
bahagia. Amin.
Yuk neeekkk, kita beranjak ke cerita
selanjutnya (*gaya ngondek, boleh lah yaw).
Kita beranjak ke Fariz Arijudin, anak kedua
dari papa soni dan pasangannya. Sejak kecil, fariz adalah anak yang aktif dalam
segala hal. Termasuk dalam aktif tata busana. Selain dalam dunia tata busana
dia termasuk murid yang suka menyanyi. Suaranya, hmmmm gak perlu diragukan
lagi. Dalam setiap langkahnya dia selalu berdendang ala penyanyi dangdut
kawakan “Jaja Miharja”. Keren banget gak tuh, anak jaman sekarang masih
mengidolakan artis yang telah melalang buana dengan jargonnya “Apaan tuh”
(sambil meremin salah satu mata dan nunjuk kamera). Setelah beranjak dewasa,
dia pun ingin menggapai cita-citanya menjadi seorang idola masa kini (tapi
wajahnya masa gituuuu?*sorry bro g maksud ngejek cuma menyampaikan kebenaran).
Dia pun pergi merantau ke Lumajang. Yah di kota yang perkembangannya menganut
sekte ruralisme ini lah awal dari karir besar sang Fariz. Lumajang memang
sebuah kota Metropolitan yang mengangkang namanya (Eh salah mengangkat
maksudnya). Dia mengikuti berbagai lomba karaoke dari rumah ke rumah kemudian
RT ke RT lain (tapi tak delok2 perasaan iku jenenge duduk karaoke deh?koyoke
lebih cocok disebut ngamen *aslole). Namanya juga pemula, pasti banyak cemooh
dan cacian. Tetapi dia tetap bertahan menyanyikan lagu demi lagu. Dengan
bermodal tampang pas-pasan dan suara sumbangnya dia naked mengikuti audisi Boy band Indonesia. Dengan tekad yang bulat,
dia mengikuti audisi Boy Band (bayangkan rek Fariz joget-joget ala SM*SH koyok
bencong, dengan baju V neck, kalung dan sarung tangan GJ *iuuuuu). Bayangkan,
bayangkaaaaaaannn (sambil muter backsound ISQ, sambil ada suara nangis biar
lebih dramatis). Dia mengusung tema gabungan antara 2 PM dan Super Junior (Suju)
dia menyebut groupnya dengan “Keraputih”.
Dengan
mengusung aliran dangdut komedi, namanya langsung melejit bak roket NASA
(*Koyoke sih roket gak ono bak e deh, sing ono koyok e P*#^% deh *Ehhhh).
Dan inilah
foto dia saat pembuatan video clip “Dikekang Oleh Mbakyu”
Menjadi artis membuatnya lupa dengan dunia
kewanitaan. Dia hanya bergonta ganti pria (Ebuset). Tetapi dia sadar akan pesan
Bapaknya yaitu Bapak Muklis, jika dia jangan sampai megulangi kesalahan yang
telah dibuat oleh orang tuanya. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari
pendamping hidup yang ia dambakan selama ini.
Saat itu, konser berlangsung meriah di RT 3 RW
25 Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Penonton riuh melihat penampilan “Keraputih”
dengan single andalan “Dikekang oleh mbakyu”. Semua penduduk bernyanyi, dengan
mengibarkan bendera Slank dan OI (Gak nyambung, pengibaran benderane, tapi yo
iku kenyataane soale konser selanjut e Slank karo Iwan Fals). Saat itu ada
sesosok wanita yang menjerit histeris melihat penampilan dari Fariz. Yah, dia
adalah fans berat dari Fariz karena memang dia “berat” dalam segala hal. Dia
bernama Desi Oktaviani. Dia bekerja sebagai penjaja pecel keliling di tempat
konser (Ono-ono ae wong wong saiki, ndelok konser jingrak-jingkrak karo mangan
pecel). Pertemuan itu adalah awal mula dari kisah nostalgia mereka. Awalnya
biasa saja, tapi berakhir di pelaminan. Tetapi untuk menutupi dari media mereka
menikah secara diam-diam agar semuanya tidak terbongkar oleh pers. Pernikahan
itu dilakukan di Bojong Kenyot gang 5, Rumah Bapak Sodiq. Dia selaku manager
dari Fariz.
Tetapi sepandai-pandai Fariz melompat akhirnya
ketahuan juga oleh para tim pencari fakta dari silsilah Wong Kito 2008. Karena
saya telah mendapatkan bukti otentik dari pernikahan mereka berdua.
Sangat Ruuuuaaarrr Binasa kan bukti yang saya
temukan?
Begitulah perjalanan cinta Fariz dan Desi yang
membuahkan anak bernama Joni alias Brian Biondy.
Bersambung
Tunggu kelanjutan ceritanya.
Karena akan ada yang lebih
heboh lagi dari cerita Wong Kito 2008. Saya akan memberikan clue pada pembaca
apa cerita selanjutnya. Saya akan menceritakan
Si Pemilik bibir paliiiing
sekseeehhh di PWK.
Cekidoooott.





4 komentar:
menunggu yang nulis cerita anak dari siapa. *ojok bilang anak dari mas frendika* *karena aku istrinya mas frndika*
Paragraf ke3 kurang greng sek, ak rodo' bngung..
Tapi ketutupan foto ijab'e desi yg mengharukan sekalski, nggarai wong ngakak ambek salto..
ESQ Sek,, uduk ISQ,, huuuuu :p
nais abiss lah ceritanya...
aku mbayangke nek cerito iki diangkat nang layar lebar yaopo yo dadine?? hemm...
Posting Komentar