Silsilah Wong Kito Part 4


Part 4
Bagian ini akan mengupas habis tentang seorang Ichang sang bungsu dan Bambung seorang bonekmania. Tanpa basa-basi lagi kita bahas satu persatu mereka. Kita mulai dari si bungsu Ichang dulu. Karena cerita ini cukup menarik untuk kita bahas secara mendalam, dan kita kupas secara kasar dan secadas “SIKAT INVESTIGASI” (*sreeekk sreeekk).
Ichang, terlahir dengan nama Aprilia Eka Wulandari. Saya masih meraba-raba dari mana bisa muncul nama Ichang. Padahal kalau kita baca secara seksama kita tidak akan menemukan nama “Ichang” didalamnya. Misal kalo di panggil April-Lia Eka Wulan-Dari masih bisa kita terima, tapi kenapa oh kenapa dia dipanggil “Ichang”, kita belum tahu pasti penyebab itu semua. Apakah nama itu berasal dari nama Sang Ibunda Tercinta?. Hah “okeh” “ya sudah” kita tinggalkan saja cerita tenta namanya. Saya tidak akan menceritakan masa kecilnya bagaimana atau pekerjaannya apa, tapi saya akan membahas tentang bagaimana hubungan kisah kasih “Ichang” dengan pasangannya.
Pertemuan itu saat dia masih duduk di bangku sekolah. Tiba-tiba saja ada orang yang menegurnya;
“Mbak mbak, duduk sih duduk mbak. Tapi ya gak gitu-gitu juga kali mbak, kan ini kelasnya mau dipake buat belajar anak-anak kelas 5 SD mbak”, gak pernah makan bangku sekolah ya mbak? terdengar suara pria dari luar kelas.
“Pernah kok mas” balas Ichang dari dalam kelas.
“Ooooohhh, pantes badan segede gini, abis berapa bangku mbak di sekolahnya dulu?” kata pria tersebut.
Ichang langsung beranjak keluar dari kelas. #Kemudianhening
Dan pada saat itu dia langsung update twitter dengan mengganti namanya dengan @ichangyangkurus karena dia berjanji akan menurunkan berat badannya. Seperti itulah kisah kenapa dia memakai nama @ichangyangkurus pada akun twitternya. Jadi gak usah kaget, gak pake bingung. Mungkin sampai saat ini dia masih berusaha menggapai mimpi terbesarnya yaitu “KURUS”.
Oh iya saya lupa kalau saya masih belum menjelaskan bahwasannya Ichang telah menduduki bangku perkuliahan saudara sebangsa dan setanah liat. Jadi dia sebenarnya di sekolah itu menunggu seorang guru bernama “Dewa” (*Backsoundnya pake drum “ta dessss”). Dia adalah seorang guru matematika murid kelas 5 SD Suka Bubar. Awal pertemuan yang memalukan pertemuan dengan Dewa karena tak disangka tak dinyana ternyata yang menegur dia waktu itu adalah Dewa. Tetapi akibat pertemuan yang memalukan itu mereka semakin dekat dan menjalin hubungan yang semakin intim. Tetapi saat pedekate nih yee, Dewa saat diajak pergi selalu nolak ajakan Ichang entah kenapa. Sampai akhirnya ada pertengkaran kecil akibat itu semua. Waktu itu saat hujan rintik-rintik, Ichang mengajak Dewa pergi. Padahal Ichang sudah sampai depan rumahnya, tetapi tetap saja Dewa menolak. Kemudian Ichang ngambek dan beranjak pergi, tapi saat itu hujan pun semakin deras.
Kemudian Dewa keluar rumah dan mengejar Ichang;
Dewa    : Ichaaaaaaaaaannnggg, jangan pergiiiii !!!
Ichang   : Kenapa?
                   Kita nge-teh gak pernah, ngopi gak pernah?
                   Apa sih susahnya nongkrong?
Dewa     : Aku jualan pulsaaaaaaa !!! (*Jeduuueeerrr, suara petir membahana)
(Kartu NAAS, membuat komunikasi anda semakin tidak lancar)
(Kartu NAAS dari Tarkamsel)
                Sejak saat itu, Ichang mulai mengerti kenapa Dewa menolak ajakannya pergi. Tetapi, alasan itu tak membuat hati Ichang luluh karena Dewa tidak menjelaskan alasan itu dahulu kala. Hubungan mereka merenggang dari waktu ke waktu. Dan semakin renggang. Dewa pun kebingungan harus gimana. Mau dibawa kemana hubungan ini? Padahal dia sudah terlanjur cinta dengan Ichang.
                Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dukun. Ada pepatah “Cinta Ditolak Burung Bertindak”. Yah mungkin itulah pepatah yang salah ya kawan-kawan. Gak boleh ngeres loh abis baca pepatah yang salah itu, yang bener itu “Cinta Ditolak Dukun Bertindak”. Tak berselang lama Dewa pun sudah sampai di kediaman Dukun Beranak untuk meminta penjelasan tentang semua ini. Karena dia sudah telat beberapa hari dari tanggal yang disesuaikan. Penjelasan tentang dimanakah dukun paling sakti untuk menyelesaikan masalah hati yang lagi gundah gulana maksudnya kawan-kawan, karena Dewa sudah terlalu lama mencari dukun itu. Akhirnya ditunjukkan lah dukun yang paling sakti oleh dukun beranak tersebut. Berangkatlah Dewa menemui Dukun paling sakti tersebut. Namanya Mbah Suro, lengkapnya adalah Roy Suro pakar telekimia, telefisika, telebiologi dan tele-tele lainnya termasuk pula bertele-tele. Dewa pun menceritakan keluh kesah yang ada dalam pikirannya. Hubungannya yang mulai merenggang dengan Ichang.
Mbah Suro          : Kamu kesini mau menggandakan pulsa?
Dewa                 : Iya mbah, biar penjualan pulsa saya meningkat dan saya mendapatkan hati orang  terkasih    saya lagi mbah.
Mbah Suro         : Baikalah saya akan mengambulkan permintaanmu
                                Awes ewes ewes hasewesewesewe afefufufuaaaa (*baca mantra)
                                Buuuuuuhhhh (Mbah Suro menyemprotkan air tepat di muka Dewa)
                                Sekarang tirukan gerakan mbah, Cepaaatt.
Dengan masih kebingungan Dewa pun menuruti apa yang diperintahkan mbah
Mbah kemudian mengangangkangkan kakinya sambil bilang “riliiiii senyuuuummm, riliiii senyuuumm, hap hap hap (*sambil pake leging macan ala @rachmanitayu)
Belum sempat menirukan gerakan tersebut tiba-tiba datanglah sesosok ibu setengah baya mengingatkan  “Kalo mau hemat pulsa? Bukan begitu caranya. Pake kartu NARSIS, gratis 10.000 menit telepon ke semua operator. Penjualan pulsamu pun akan bertambah”.
“NARSIS Kartu Keluarga Kita Bersama”
Semenjak kejadian itu dia menuruti ibu setengah baya itu, dan akhirnya Ichang pun luluh juga hatinya. Tak berselang lama pernikahan pun dilangsungkan dengan meriah, hingga mereka dikaruniai seorang anak. Mereka menamakannya Abdur Razak. Biasa dipanggil Ucok atau Coki di lingkungannya bermain.
Okeh, korban selanjutnya dalam cerita ini adalah seorang Bonekmania yang biasa kita panggil Bambung/Maul/Top Bro. Dia sebenarnya memiliki nama yang cukup bagus “Rizki Maulana” tetapi kelakuannya tak sebagus nama yang disandangnya. Dia tawuran waktu SMA, emosional, tetapi ada sisi baik sebenarnya dalam dirinya yaitu dia setia kawan dan dia adalah tipe cowok yang romantis. Saya akan menceritakan kisah romantis yang dia jalin bersama pasangannya yang biasa dia panggil dengan sebutan “BI”, masih banyak pertanyaan kita ketika mendengar kata-kata itu yang mungkin membuat kita meraba-raba artinya. Apakah ba”BI”? ataukah “BI”bir? Atau malah BI BI yang lain? Yang jelas mereka bahagia sampai waktunya tiba.
Awal perkenalan mereka begitu menarik untuk diceritakan. Berawal dari Facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Seorang wanita cantik bernama Winni Sharfina terlihat cantik dengan Profil Picture yang membuat gelora cinta membara.



Seorang siswa pertukaran pelajar ke Amrik ini memiliki sangat bisa memikat seorang Bambung jatuh hati dengan keseksian bibir yang seakan merekah, dan tebal seperti Angelina Jolie. Pikiran Bambung pun melayang, mengkhayal dia menjadi Brad Pit Indonesia. Betapa bahagianya dia bisa berkenalan dengan wanita secantik (*ini hanya Bambung yang bilang) dan sepintar Winni.



Tetapi dia berkahayal terlalu jauh sepertinya jika membayangkan sosok Winni yang putih dengan rambut coklatnya. Saat awal pertemuannya sungguh mengejutkan Bambung, dia shock setengah mati ketika wanita idamannya ternyata jauh dari ekspektasi awalnya.



Yah, ini lah penampakan Winni yang sebenarnya. Yang memakai kacamata gelap itu, bukan yang putih loh tapi yang memiliki kulit yang hampir mirip dengan warna kacamata yang dia pakai. Ya, itu yang kiri bukan yang kanan loh ya. Kalian juga jangan salah persepsi juga loh para pembaca. Tetapi memang ada kemiripan yang sangat menonjol dengan Angelina Jolie. Yaitu dia memiliki bibir yang cukup sexy (*menurut dia) makanya dia memasang Profil Picture pada Facebooknya dengan foto Angelina Jolie.
                Meskipun begitu Bambung tetap mensyukuri dapat mengenal seorang wanita bernama Winni Sharfina. Itu juga salah satu sisi baik yang dimiliki oleh Bambung yaitu pasrah dan mensyukuri apa yang telah diberi sama yang diatas. Setelah sekian lama menjalani hubungan pedekate, mereka pun menjadi sepasang kekasih. Sebulan, dua bulan mereka jalani dengan bahagia seperti layaknya Angelina Sondakh dengan Brad Pitt. Hubungan mereka ibarat kentut sampai boker. Awal jadian Bambung masih malu-malu untuk kentut di depan Winni. Tetapi setelah 2 bulan menjalin hubungan Bambung tak sungkan-sungkan untuk kentut di depan Winni meskipun sedikit bau. Berselang satu bulan dia tak sungkan membangunkan Winni saat tidur dengan kentutnya. Memang dia yang tak tahu malu atau memang hubungan mereka yang semakin intim, tapi inilah kenyataan yang ada. Kemudian beberapa bulan kemudian, Bambung masih malu-malu bilang kalo lagi pengen boker. Yah biasa lah, kan masih baru. Tapi saat sudah menjalani hubungan sekitar 8 bulan, dia tak sungkan-sungkan bilang kalo dia pengen boker. Bahkan dia tak sungkan untuk boker di rumah Winni. Dan parahnya lagi, dia Winni dengan sabarnya ketika Bambung lagi kecirit di celana, dia yang membersihkanny sambil bercanda dengan Bambung. Dia membersihkannya kemudian sedikit di bau, serta di colek lah ke pipi Bambung (*lek biasane kue tar sing gawe colek-colekan tapi mereka bedaaaa). Saya sekarang mikir, 8 bulan aja begitu. Apalagi kalo mereka sudah nikah ya? Boker bisa barengan mungkin ya? 1 Lubang buat berdua (*Waaaaw).
 Mereka sering upload foto berdua bersama;
Ingatkah kalian dengan foto ini?



Dan foto ini?



Saat kalian masih saling bersama dan bahagia. (*Buat demo gak usah ngakak mo, iki aku lagi mengenang masa lalu mereka, flashback ceritane iki)
Tetapi selang dua tahun mereka menjalin hubungan, ada pertengkaran-pertengkaran yang membuat hubungan mereka sedikit renggang. Ini akibat sisi buruk Bambung yang sedikit emosional dan kurang bisa menepati janji. Dia pun curhat dengan teman-temannya jika hubungan hubungannya sedikit merenggang.
Bambung    : Yaopo to bro? Mosok awak dewe diatur-atur karo bojoku bro (*sambil megang rokok, dengan kedua tangan kedepan)
NN               : Yowes biasa ae jeh?
Bambung       : Gak iso ngunu, awak dewe’ iki loh?
                Setelah masalah ini berlarut-larut, hubungan mereka pun kandas. Dan Bambung pun menyesal dengan sifatnya yang seperti itu. Dia memohon kepada Winni untuk menerimanya kembali. Tetapi hal itu tak membuatnya luluh. Winni ingin Bambung berubah, Winni ingin mencari pasangan yang bisa menuntunnya ke jalan yang benar.
                Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian Bambung menemui Winni lagi. Saat itu, sedikit gerimis, tepatnya di depan kosan Winni.
                Winni           : Apalagi sih Mbul yang pengen kamu jelasin sama aku?
                Bambung      : Aku pengen kamu balik sama aku lagi Bi. Aku kepikiran kamu terus.
              Winni             : Kamu tuh gitu mbul,masih sama. Kamu masih gak bisa berubah. Aku pengen kamu jadi pasangan yang bisa nuntun aku mbul. Aku pengen (*sambil sedikit menangis)
                Bambung     : Mungkin aku bukan pria yang sempurna menurutmu Bi. Dan mungkin aku banyak kekurangan dan bukan pacar yang baik. Tapi jika kamu mencari Imam yang baik, aku akan belajar dan berusaha.
                Winni                    : (*Meneteskan air mata dan menganggukkan kepala)
Setelah percakapan itu, entah hubungan mereka masih berjalan ataupun bagaimana. Tapi kita semua Wong Kito 2008 akan mendoakan yang terbaik buat kalian.
                Setelah beberapa tahun saya kehilangan berita tentang mereka, tiba-tiba ada kabar bahwa mereka telah memilik 3 orang anak yang bernama Aji dan kembaran yang hilang serta yang terakhir adalah Kiki.

1 komentar:

Sempetinlah mengatakan...

hoam. mana ini lanjutannya?

Posting Komentar